Aku mengucapkan terima kasih kepada Kemdikbud melalui BPKLN, Bapak Abe Susanto selaku Koordinator Program Beasiswa Unggulan. STP Sahid, Bapak Kusmayadi, Ibu Nenny Wahyuni, Bapak Asep Parantika, Bapak Teguh Tri Utomo yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti Program Double Degree dan membantu dari persiapan hingga saat ini. Kepada CCF dan Campus France yang telah memberikan ilmu, pembekalan dan pengetahuan tentang Perancis.

Minggu, 29 Januari 2012

Butiran Salju

Memasuki akhir Januari, cuaca di Angers semakin dingin. Suhu di perkirakan dibawah 5° celcius.Saat ku buka jendela kamar, benar saja salju sudah mulai turun. Awalnya aku sangat senang sekali melihat salju, karena itu adalah pertama kalinya melihat dan merasakannya langsung, tapi lama-kelamaan jenuh juga dibuatnya, karena dinginnya yang sudah kelewatan, brrrr.


Hari semakin siang, salju pun sudah mulai banyak berjatuhan, seluruh jalanan sudah ditutupi oleh tebalnya salju. akan tetapi hal tersebut tidak menyusutkan niat ku bersama teman-teman untuk bermain bola salju di lapangan tepat dibelakang tempat tinggal kami.Di hari pertama turunnya salju, tidak ada satupun transportasi umum yang beroperasi pada hari itu, sebab jalanan licin untuk dilalui oleh kendaraan.Terlalu berbahaya. Tetapi, ada pula beberapa kendaraan yang masih lalu lalang di jalanan.


Setibanya di lapangan, yang terlihat hanyalah hamparan salju, tidak ada warna lain kecuali putih. yang kami lakukan hanyalah mondar-mandir membuat jejak kaki di salju. Dan sesekali mengambil gambar bersama, walaupun sebenarnya tangan sudah menjadi kaku seperti es. Kami pun memutuskan untuk kembali ke kamar, karena sudah tidak kuat dengan dinginnya. 



Selasa, 24 Januari 2012

Hari Pertama Kuliah

Hari ke-dua ku berada di Angers ternyata sudah padat. Dimulai pada pagi hari, setelah aku selesai menyelesaikan sarapan, aku bersama para pengawal setia (Rudi, Yogie dan Ifan) berangkat kekampus untuk mengurus data-data kami (security social, student card,jadwal kuliah).

Sesampainya di kampus, kami menemui Madame Inggremeau, ternyata terjadi sedikit kesalahan pada securite social kami. Nama kami terdaftar sebagai Mahasiswa Magister, sebenarnya sih kalau bisa aku juga mau langsung ke Magister, hehehe. setelah Madame Inggremeau selesai memperbaiki Securite sosial, beliau juga memberikan student card kepada kami di hari yang bersamaan, cepat sekali beliau mengurus data-data kami.



Sebenarnya kegiatan belajar ku dijadwalkan pada hari rabu, entah mengapa secara tidak sengaja kami diminta untuk mengikuti kelas pada hari ini juga pada pukul 2 siang. Sambil menunggu perkuliahan di mulai, kami  memberikan buku-buku yang merupakan titipan dari STP Sahid untuk di berikan ke perpustakaan Universite d'Angers. Kami memberikan buku-buku tersebut bersama Pak Asep juga.

Source: Asep Parantika


Setelah menyelesaikan amanat dari kampus tercinta (STP Sahid) kami bergegas menuju ruang kelas. Mata kuliah pertama kami adalah "Sport and Tourism" yang dipegang oleh Madame Silvine. 



Disinilah awal perjumpaan ku dengan berbagai mahasiswa asing. Mereka berasal dari Amerika, Polandia, Irlandia, Swedia, Rusia, Cina, Austria, Jerman, Turki, Skotlandia dan Meksiko. Program mereka dengan aku disini berbeda. Mereka hanya mengikuti "short course" selama 6 bulan, lalu mereka kembali lagi ke negara asal. Sangat menyenangkan sekali mempunyai teman baru disini :)

Senin, 23 Januari 2012

Bienvenue en France


Waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi saat pesawat kami mendarat di bandara Charles de Gaule. Perasaan senang dan bersyukur menjadi satu saat kami melihat tulisan ”Bienvenue en France” yang artinya ‘Selamat Datang di Prancis’. Tanpa berpikir panjang sayab  pun langsung mengabadikan moment tersebut dengan mengambil beberapa foto.
  

Kami sebenarnya ingin sekali pergi ke La Tour Eiffel yang sangat terkenal akan indahnya, tapi kami harus mengurungkan niat tersebut, karena barang bawaan kami sangat banyak. Dari bandara charles de gaule berangkat menuju stasiun Paris Monpartnasse. Pada saat itu, suhu berada di 11 derajat celcius, sangat dingin bagi kami yang berasal dari negara tropis. Kami pun sudah mengunakan pakaian perang untuk menghadapi winter.


Suasana di stasiun Paris Monparnasse tidak jauh berbeda dengan stasiun Gambir, banyak orang yang berlalu lalang disana, hanya itu saja yang sama, yang lainnya? Totally different :D. stasiun Paris Monpartnasse sangat lah luas, kami sempat bingung dibuatnya, untung saja kami sudah dibekali bahasa Prancis saat di CCF, sehingga kami dapat mempraktekkannya disini.Harga tiket TGV dari Paris ke Angers 52 euro. Harga tersebut terbilang cukup mahal. Karena bila mempunyai carte 12-25 ans (kartu  12-25 tahun) bisa mendapat potongan dari 25%-50%. Kereta kami berangkat pukul 12.20. 


Setibanya di Angers, kami dijemput oleh pihak Universite Angers, Madame Inggremeau menuju tempat berteduh dan berlindung kami selama di Angers, yaitu ”Cite Universitaire Belle Beille”.  Di belle beille, saya mendapat kamar dilantai paling atas yaitu lantai 4, hal yang menyenangkan sekaligus menyedihkan, disana tidak ada lift ataupun elevator. Menyedihkan karena sangat melelahkan sekali jika saya ingin sekedar membuang sampah harus bolak-balik ke lantai 4, dan hal yang menyenangkan disamping menjadi ajang diet, pamandangan dari kamar saya sangatlah indah.

Malamnya, kami pergi ke supermarket terdekat, namanya ‘’Super U‘’. Saat sedang memilih barang-barang, kami bertemu seseorang yang sudah tidak asing lagi, Pak Asep. Beliau adalah dosen STP Sahid yang sedang melanjutkan Program Doktor di kampus yang sama seperti kami, Universite d’Angers. Kami diajak pergi ke kediamannya. Disana, kami disuguhi makanan Indonesia, tau saja Pak Asep kalau kami memang sedang lapar karena belum sempat makan dari siang. Kami diajari beliau cara membeli tiket bus/tram dan juga cara validasi tiket tersebut. Hari menunjukkan pukul 23.00 malam, kami bergegas untuk kembali ke belle beille, karena pengoperasian terakhir bus pukul 24.00, jika telat, ya terpaksa jalan santai J.