Aku mengucapkan terima kasih kepada Kemdikbud melalui BPKLN, Bapak Abe Susanto selaku Koordinator Program Beasiswa Unggulan. STP Sahid, Bapak Kusmayadi, Ibu Nenny Wahyuni, Bapak Asep Parantika, Bapak Teguh Tri Utomo yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti Program Double Degree dan membantu dari persiapan hingga saat ini. Kepada CCF dan Campus France yang telah memberikan ilmu, pembekalan dan pengetahuan tentang Perancis.

Kamis, 16 Februari 2012

Chateau d'Angers

Salah satu tempat wisata yang terkenal di Angers adalah Chateau-nya. Chateau atau dalam bahasa Indonesia  adalah kastil atau istana. Kastil ini dibangun pada abad ke-9 dan merupakan "The Largest Collection of Medieval Tapestries in The World". Dikarenakan latar belakang tersebut, akhirnya dosen ku "Mme. Maria Overlaet" dari mata kuliah "French Culture" mengajak aku dan teman sekelas untuk mengunjungi kastil tersebut. 

Jarak antara Universite d'Angers dengan Chateau d'Angers tidaklah jauh. Dengan berjalan kaki selama 25 menit kami sudah tiba di kastil. sebelum memasuki kastil, Mme Overlaet memberikan sejarah tentang kastil Angers. Untuk masuk kedalam kastil, tidak dikenakan biaya apapun dengan syarat umur dibawah 25 tahun! Itulah salah satu keuntungan yang didapat di Perancis jika berumur kurang dari 25 tahun, berbagai tempat wisata, hiburan, hingga transportasi memberikan potongan harga atau gratis kepada kami. How lucky we are :D


Chateau d'Angers tampak dari samping


Tiket masuk. Gratuit=gratis



Indah sekali pemandangan di dalam kastil. Kebun bunga berhamparan luas, bangunan yang kuno, benteng yang kuat dan kokoh. Pokoknya aku seperti di negeri dongeng. Setiap bangunan aku telusuri dengan perlahan, memandangi setiap ukiran yang memiliki arti tertentu. Wah, pokoknya keren banget deh.









Akhirnya kami diminta untuk memasukki suatu ruangan yang gelap gulita. Dan ternyata ruangan tersebut adalah tempat penyimpanan tapesteri yang harganya tidak ternilai. Tapesteri tersebut menceritakan tentang perjalanan kehidupan di Chateau d'Angers. 






They are so fantastic!

Rabu, 01 Februari 2012

Field Trip to Saumur

Pada mata kuliah "French Culture" untuk Program L3 Anglophone, Madame Maria Overlaet selaku dosen matkul tersebut mengajak aku dan teman sekelas untuk mengunjungi Saumur yang terletak di timur tenggara dari Angers. Di Saumur, kami akan mengunjungi tempat pembuatan liquer (Combier) dan museum pacuan kuda (Musee de la Cavalerie).

Pukul 08.00 seluruh mahasiswa sudah harus berkumpul di Gare de Angers St Laud untuk berangkat menggunakan TGV (Train a Grande Vitesse) kereta cepatnya orang Perancis, kalau di Jepang biasanya dipanggil "Shinkansen".


Perjalanan dari Angers ke Saumur memakan waktu +/- 1 jam. Sesampainya di Saumur, kami menuju Universite de Saumur untuk melakukan briefing yang dibimbing oleh para guide dari Saumur. Setiap guide membimbing dua mahasiswa. Aku bersama Kim (mahasiswa dari Irlandia) di bimbing oleh Eva (tentu saja asli Saumur, France). 

Tempat tujuan awal kami adalah Combier. Perjalanan dari Universite de Saumur ke Combier menghabiskan waktu 30 menit dengan berjalan kaki. Setapak demi setapak kami lalui dengan canda gurau, sesekali aku menggigil kedinginan karena angin yang menerpa wajah ku. Tidak ku sangka jika Saumur lebih dingin di bandingkan Angers. Sayang sekali, sebaiknya musim yang tepat untuk mengunjungi Saumur adalah saat musim semi atau summer, karena bunga-bunga bermekaran dengan indahnya. Tapi saat aku mengunjunginya, beberapa lahan tempat bunga bermekaran masih tertutupi oleh salju. 



Di Combier, pertama-tama kami diajak untuk melihat pabrik pembuatan liquer. Kami di ajarkan cara mengolah liquer dari awal hingga akhir, serta diberiyahu dimana saja liquer itu didistribusikan.


Ternyata liquer itu terbuat dari kulit jeruk yang sudah dikeringkan loh.





et voila, siap didistribusikan

Setelah berkeliling pabrik dan mendengarkan penjelasan guide per-step. Tibalah saat yang ditunggu semua mahasiswa (aku sih biasa saja, hehehe), tasting liquer. Kegiatan itu dilaksanan di store Combier. Setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk mencicipi tiga macam liquer, jika ingin lebih, silahkan membelinya langsung.





Setelah puas mengelilingi Combier, saatnya mengunjungi Musee de la Cavalerie. Jangan berpikir kalau nanti akan melihat banyak kuda yang berkeliaran, mungkin karena masih winter, kuda-kuda dibiarkan beristirahat dikandangnya, takut terkena flu sepertinya.

Museum ini adalah museum yang paling tertua dan terkenal di Pays de la Loire. Segala peninggalan dan benda-benda bersejarah tersusun rapi di museum ini. 



Perjalanan di Cavalerie berjalan singkat. Sesudahnya, kami kembali ke Universite de Saumur untuk makan siang bersama. Setiap mahasiswa di anjurkan untuk membawa bekalnya sendiri, tapi jika ada yang ingin membeli di Saumur, dipersilahkan. Aku membawa bekal nasi goreng pedas yang sudah ku siapkan tadi pagi sebelum berangkat. Ada beberapa temanku yang tau bahwa nasi goreng merupakan masakan dari Indonesia, bangga aku mendengarnya. Beberapa temanku mencicipinya, daaaaaaaaaaaan...... mereka kepedasan, ahahahah. Tapi mereka bilang tetap enak kok.

Setelah menyantap habis bekal ku, kami semua bergegas untuk kembali ke Angers. Bye Saumur, sampai bertemu kembali ya!