Aku mengucapkan terima kasih kepada Kemdikbud melalui BPKLN, Bapak Abe Susanto selaku Koordinator Program Beasiswa Unggulan. STP Sahid, Bapak Kusmayadi, Ibu Nenny Wahyuni, Bapak Asep Parantika, Bapak Teguh Tri Utomo yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti Program Double Degree dan membantu dari persiapan hingga saat ini. Kepada CCF dan Campus France yang telah memberikan ilmu, pembekalan dan pengetahuan tentang Perancis.

Jumat, 22 Juni 2012

Pemandangan dari Atas Gunung Alpen


Hari ini tepat seminggu keberadaan ku di Les Deux Alpes, dan akhirnya hari ini pun aku mendapat libur. Dalam seminggu aku mendapat 2 hari libur. Tentu saja aku tidak ingin menyia-nyia kan kesempatan ini. Aku bukan satu-satunya orang yang mendapat libur dihari Jumat, Ifan dan dua seniorku juga mendapat libur dihari yang sama :D

Setelah menyantap makan siang, aku dan Ifan pergi mengelilingi pemandangan sekitar tempat kami magang sekaligus kami ingin pergi ke swalayan untuk membeli keperluan sehari-hari. Baru saja selangkah keluar dari Hotel Mercure, kami langsung dimanjakan dengan pemandangan alam yang luar biasa indahnya. Gunung-gunung berhamparan luas, dari gunung yang permukaannya rumput sampai gunung yang permukaannya salju. Padahal sekarang sedang musim panas, tapi entah kenapa saljunya kok gak mencair ya, hehehe.




Perjalanan dari Hotel Mercure ke tempat swalayan (Carrefour dan Super U) memakan waktu +/- 30 menit dengan berjalan. Sebenarnya di Les Deux Alpes terdapat fasilitas bus gratis untuk semua penduduk Les Deux Alpes, tapi aku memutuskan untuk berjalan kaki untuk menikmati pemandangan lebih jelas. Setiap sudut Les Deux Alpes yang menurutku menarik aku abadikan dengan mengambil gambarnya. 

Sesampainya di Carrefour, kami memilih barang-barang yang kami perlukan. Ternyata harga-harga di Carrefour Les Deux Alpes sedikit lebih mahal dibandingkan dengan Carrefour Angers, ya maklum saja, disini kan tempat wisata jadi apapun menjadi lebih mahal. Jarak antara Carrefour dan Super U tidak lah terlalu jauh, memakan waktu 10 menit dengan berjalan.





Setelah selesai berbelanja, kami harus kembali ke hotel secepatnya, karena kami mempunyai janji dengan seniorku (Lucian dan Mihai) untuk mengambil foto dari atas gunung Alpen. Awalnya kami memutuskan untuk  naik bus saja agar menghemat waktu, tetapi kami tidak menemukan pemberhentian bus tersebut, alhasil kami harus berjalan kaki kembali ke hotel. Perjalanan pulang tidak menyenangkan seperti keberangkatan tadi, karena kami sudah dilanda kecapean yang teramat. Kami harus menaiki berpuluh-puluh tangga untuk mencapai hotel mercure, ditambah berjalan berkilo-kilo meter dalam keadaan mendaki, sepertinya berat badanku menjadi turun 3 kilo (amiiin) :D



Akhirnya aku pun tiba di hotel. Tidak ada istirahatnya, setelah aku meletakkan belanjaan dikamar, aku langsung pergi ke depan hotel untuk bertemu dengan Ifan, Lucian, dan Mihai. Setelahnya, kami pun pergi ketempat pemberhentian bus, senangnya karena aku tidak perlu jauh-jauh berjalan kaki. Setibanya di tempat pemberhentian bus, kami cukup menunggu 6 menit datangnya bus. Walaupun bus tersebut gratis untuk umum, tetapi bus tersebut tetap memperhatikan kenyamanan bagi penumpangnya.



Untuk naik ke atas gunung Alpen, kami tentu saja tidak dengan berjalan kaki, karena hari sudah sore. Kami menggunakan Gondola untuk mencapai atas gunung. Sayang sekali, ketika kami sedang membeli tiket, receptionist berkata bila kami tidak bisa pergi ke puncak yang paling atas, karena pengoperasian terakhir Gondola pada pukul 17.00. Kami tidak patah aral, kami tetap naik ke gunung tersebut walaupun tidak mencapai puncak. Perjalanan menggunakan gondola ke atas gunung cukup singkat, memakan waktu 15 menit. Sepanjang menaiki gondola, pemandangan menarik pun selalu bermunculan.



Setibanya di atas gunung, rasa cape kami pun memudar dengan pemandangan yang ditawarkan. Kami bisa melihat seluruh permukaan kota dari atas, tres magnifique. Salju-salju pun berhamparan luas. Kami bermain salju tanpa menggunakan sepatu boots, mantel yang tebal, syal dan sarung tangan, hanya di Pegunungan Alpen dikala summer. kami menghabiskan waktu lebih dari sejam untuk mengelilingi gunung tersebut.











Bunga cantik yang bertahan hidup

Itulah cerita perjalananku hari ini, sangat melelahkan sekaligus menyenangkan. Aku berharap agar aku bisa pergi ke puncak Alpen dan dapat menceritakannya kembali kedalam blog ku.
Terima kasih semua :D

Jumat, 15 Juni 2012

Hotel Mercure Les Deux Alpes


Di pagi hari, aku masih berada di kediaman Johannes dan siap-siap berkemas menuju tempat ku magang. Masih kenal kan Johannes siapa? Dia adalah warga PPI Grenoble yang dengan sukarela membantu aku dan Ifan dalam memberikan akomodasi selama di Grenoble. Sayang sekali aku tidak sempat mengabadikan dirinya disebuah foto. 

Dari studio Johannes, aku dan Ifan kembali ke stasiun Grenoble untuk mengambil bus via transisere menuju Mont-de-Lans. Dari stasiun saja, gunung-gunung sudah banyak terlihat. Ternyata bus tersebut baru saja berangkat beberapa menit yang lalu. Jadi kami harus menunggu bus selanjutnya 2,5 jam kemudian. Bus kami akan tiba pada jam 10.15.


Voila, akhirnya tiba juga bus ku :)

Bus Transisere

Perjalanan dari stasiun Grenoble menuju Mont-de-Lans memakan waktu +/- 2,5 jam. Sebenarnya jaraknya dekat, akan tetapi karena letak Mont-de-Lans yang berada di tengah gunung, menyebabkan rute jalan menjadi berliku-liku dan juga karena bus ini harus berhenti disetiap pemberhentian.

Seperti biasa, sepanjang perjalanan gunung-gunung selalu menemaniku. Sepertinya Perancis bagian selatan tempat berkumpulnya gunung-gunung indah, sedangkan Perancis bagian barat tempatnya untuk melihat keindahan arsitektur bagunan kuno, dan Perancis bagian lain aku belum tahu, karena belum menjelajahinya :D

Akhirnya tiba juga di Mont-de-Lans. "Wow, keren banget" itulah ekspresi ku ketika turun dari bus. Hamparan gunung yang luas, udara yang sejuk, burung-burung yang berkicau, pokoknya seperti di dunia dongeng deh. Tapi tiba-tiba perasaan itu lenyap ketika aku melihat letak Hotel Mercure.

Lihat bangunan tertinggi (Hotel Mercure)

Membayangkan aku harus menyeret koperku yang berat melalui jalan yang menanjak dan berliku. Non, pas du tout, je veux pas. Akhirnya aku menelepon Hotel Mercure untuk memberikan kabar kalau aku sudah tiba di Mont-de-Lans, dan tanpa aku meminta, mereka menawarkan apakah aku ingin dijemput atau tidak. Tentu saja aku menerimanya dengan senang hati. Setelah menunggu lebih dari lima menit, akhirnya ada mobil yang menghampiri aku, seseorang keluar dari mobil dan mengenalkan dirinya. Hah, ternyata General Manager nya sendiri yang menjemput aku, Monsieur Gerald Chabert. Sepanjang perjalanan ke hotel, kami berbincang panjang lebar mengenai Indonesia. Sesampainya di hotel, aku diajak beliau untuk mengelilingi seluruh hotel dan diperkenalkan dengan para staff.

Source: Lucian Graur
Source: Lucian Graur
Source: Lucian Graur
Pintu Masuk
Terrasse
Piscine
Bar

Setelah puas mengelilingi hotel, akhirnya aku dipersilahkan untuk beristirahat dan mempersiapkan diri karena besok adalah hari pertamaku bekerja disini sebagai stagiaire (magang).
C'est tout. Merci :)

Kamis, 14 Juni 2012

Perjalanan Menuju "Les Deux Alpes"


Apaan sih tuh Les Deux Alpes? pasti pertama kali yang baca blog ini bertanya-tanya maksud dari kata-kata tersebut. Mari kita artikan bersama-sama. Alpes artinya Gunung Alpen dan Deux itu Dua, jadi jika digabung artinya Dua Gunung Alpen :D Terus sekarang pertanyaannya, dalam rangka apa aku pergi kesana? Yup, aku mendapatkan tempat magang di Hotel Mercure Les Deux Alpes, aku magang bersama Ifan di hotel yang sama. Hari ini merupakan hari yang menyedihkan bagiku, karena aku harus meninggalkan Kota Angers. 

Sehari sebelum keberangkatan, aku tinggal di salah satu logement warga PPI Angers, Mbak Itha. Aku sangat berterima kasih kepada dia karena telah memperbolehkanku tinggal di logementnya. Aku memilih untuk tinggal ditempatnya karena tempat tinggalnya berada lumayan dekat dengan La Gare Saint Laud (Stasiunnya Angers) dan juga karena jadwal keberangkatan keretaku pada pagi hari. 

Datanglah hari yang ditunggu...

Sebelum berangkat, paginya aku diminta oleh Pak Asep untuk makan bersama dengan beliau dan Ifan di logementnya yang masih berada dalam satu kawasan dengan Mbak Itha (Einstein). Kami memasak semua bahan makanan punya Pak Asep, sekaligus menghabiskan stock makanannya, karena beliau hari ini juga akan meninggalkan Angers untuk kembali ke tanah air, senang sekali pastinya Pak Asep karena bertemu kembali dengan keluarga tercinta. Makasih Pak :D Sesudahnya, aku kembali ke logementnya Mbak Itha, dan kami pun melakukan kegiatan masak memasak kembali. Kali ini kami memasak Fusilli Carbonara, hmm enak sekali.

Setelah semua rapi, aku dan Ifan bergegas pergi ke La Gare ditemani oleh Mbak Itha yang sekaligus ingin pergi kuliah menemui dosen pembimbing untuk thesisnya, semangat ya Mbak :) Aduuuuh, ketika berjalan menuju halte pemberhentian tram, tiba-tiba tram pun sudah tiba dan meninggalkan kami, terpaksa kami harus menunggu tram selanjutnya. Kami sudah cukup khawatir, karena sebentar lagi TGV yang menuju Grenoble (stasiun terdekat dari Les Deux Alpes) akan segera berangkat. Saat menunggu tram datang, Pak Djoko (Ketua PPI Angers) mengirim bbm (blackberry messenger) kepadaku untuk menanyakan keberadaan kami dimana, karena beliau sudah berada di stasiun Saint Laud untuk melepas kepergian kami dan beliau sudah melihat TGV kami tiba di Saint Laud. Waduh, tambah khawatir saja kami. Beberapa menit kemudian, tibalah tram kami. Saat didalam tram, kerjaanku hanya melihat jam dan berdoa agar kami tidak terlambat. Tiba-tiba hal yang kami takutkan datang, tramnya berhenti cukup lama untuk pergantian supirnya. Alamaaaaak, sudah fix sekali ini kalau kami akan telat mengejar TGV dan Pak Djoko pun kembali memberi informasi jika TGV kami sudah berangkat, oh la la.

keretaku malang
Source: Djoko Subagio
Akhirnya tibalah kami di stasiun Saint Laud. Pak Djoko sudah menunggu kami didepan stasiun. Beliau hanya tersenyum dan berkata "kok bisa sih?" hehehe. Kami pun langsung pergi ke informasi untuk menukar tiket kami ke jadwal keberangkatan selanjutnya . Alhamdulillah tiketnya masih bisa ditukar, kami kira tiketnya akan hangus. dan Pak Djoko pun kembali berujar "karena kesalahan, kita menjadi tahu kebenaran" kurang lebih seperti itu lah kata-katanya, aku lupa aslinya seperti apa, desolee Pak E :p Sesudahnya, Pak Djoko harus kembali ke Labo, tempat beliau magang. Terima kasih banyak ya Pak E :D

Pak Djoko Subagio

Kami pun mengkonfirmasi ke Gerald Chabert (General Manager Hotel Mercure) bahwa kami akan tiba ke stasiun Grenoble pada jam 19.30. Sayangnya beliau berkata bahwa bus terakhir dari Grenoble menuju Hotel Mercure pada jam 18.00, kami pun diberikan alternatif oleh beliau, untuk bermalam disalah satu hotel terdekat di Stasiun Grenoble atau kami menunda keberangkatan sampai besok dan mengambil kereta yang paling pagi. Akhirnya kami memilih untuk pergi hari ini juga. Tapi yang menjadi masalah saat ini adalah, hotel mana yang akan kami singgahi, yang kami takutkan semua kamar hotel sudah penuh, walaupun ada pastinya harganya sangat mahal. Memang sih akomodasi akan ditanggung oleh pihak hotel, tapi alangkah baiknya untuk meminimalisasikan pengeluaran. Dan kembali, aku merepotkan ketua PPI, Pak e alias Bang Djoko, a.k.a. Pak Djoko. Kami meminta tolong kepada beliau apakah punya kenalan dengan PPI Grenoble yang nantinya bisa kami singgahi (repoti). Beliau bilang dia punya kenalan orang Grenoble, tapi sekarang orang tersebut sedang magang di Sydney, huh tidak ada pilihan lain, akhirnya kami mencari hotel saja. Tidak sampai itu, Pak Djoko kembali ke La gare untuk membantu kami mencari hotel dengan membawa i-pad kesayangannya, karena di La gare tersebut tidak tersedia wi-fi. Setelah lama mencari, akhirnya kami menemukan beberapa hotel yang masih tersedia kamarnya. 

Sip, akhirnya kereta kami pun tiba, sangat berat sekali meninggalkan Angers beserta seluruh isinya (warga PPI Angers)

Selamat tinggal warga PPI Angers, aku harap kita masih bisa bertemu ya, baik di France ataupun di Indonesia nanti. Amiiiiin.

Setelah berada di TGV, aku bersama Ifan mendapat duduk di lantai dua. Keren sekali ya kereta, semoga saja Indonesia kelak mempunyai kereta yang serupa atau mungkin lebih. Perjalanan dari Angers menuju Grenoble memakan waktu 5 jam. cukup melelahkan juga kami harus duduk selama itu. Akan tetapi kami dihibur dengan pemandangan yang menyegarkan mata, pemandangan alam yang indah.

Ketika sedang asik mendengarkan lagu, tiba-tiba Pak Djoko mengirimkan bbm kembali yang memberitahukan kontak PPI Grenoble, oh la la kami senang sekali dibuatnya. Pak Djoko berkata silahkan hubungi kontak tadi, minta tolong dicarikan Hotel atau Hostel yang murah atau lebih bagus lagi kalau bisa tinggal dengan mereka semalam. Oke, sekali lagi kami berterima kasih kepada Pak Djoko atas bantuannya, maaf merepotkan Pak E. 

Kami pun akhirnya mencoba untuk menghungi Pak Johannes, salah satu warga PPI Grenoble, tapi belum ada jawaban. Mungkin beliau sedang sibuk sehingga belum bisa mengangkat telepon kami. Berkali-kali kami mencoba menelepon, tetap tidak ada jawaban. Tiba-tiba Pak Johannes menelepon kembali, dan akhirnya kami pun menyampaikan niat kami dan Pak Johannes pun memberikan respon yang baik kepada kami. Kami dipersilahkan untuk tinggal di tempat tinggalnya semalam, terima kasih pak. Alhamdulillah hari ini kami mendapat banyak sekali bantuan. 

Sesampainya di Grenoble, kami diberikan arahan oleh Pak Johannes untuk sampai ke kediamannya. Ketika tiba di halte bis terdekat studio Pak Johannes, kami di jemput oleh beliau. Tunggu sebentar, kami awalnya mengira Pak Johannes itu sudah cukup berumur, ternyata tidak, dia masih muda loh, dan dia pun berkata untuk memanggilnya nama saja, tak usah pakai bapak, baiklah Johannes. Johannes merupakan mahasiswa Program Double Degree, dia mengambil Doktor disini, dan kampus asalnya adalah Universitas Indonesia.

Alhamdulillah sekali ya, hari ini aku menemukan banyak sekali orang-orang yang baik dan mau untuk aku repotkan. Mohon maaf sebesar-besarnya jika aku membuat kesalahan dan selalu merepotkan. Semoga Allah membalas kebaikan kalian. Sukses selalu :D

Rabu, 06 Juni 2012

Galerie Sonore

Masih bersama warga kelurahan Angers dan Staff Kedubes, hari ini kami akan mengunjungi salah satu galeri alat musik di Angers, namanya Galerie Sonore. Galeri ini menyimpan berbagai macam alat musik dari seluruh penjuru dunia, dan beruntunglah kami, ternyata mereka juga menyimpan alat-alat musik tradisional Indonesia. Well, aku tidak bisa menyebutkan satu per satu, karena semuanya ada disini, lengkap sekali, bahkan alat musik yang belum pernah aku jumpai di Indonesia, baru disini aku menemukannya.

Perjalanan kami dimulai dari jam 10.00 di La Gare. Dari La Gare untuk mencapai Galerie Sonore tidaklah jauh, hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, kami melewati pasar tradisionalnya Perancis. Pasar ini hanya buka pada hari rabu saja. Sama hal nya seperti di Indonesia, pasar tradisional memiliki harga yang lebih terjangkau daripada pasar swalayan.

Sesampainya di Galerie Sonore, kami disambut oleh Direktur sekaligus staff galerie. Pertama-tama mereka memberikan keterangan tentang sejarah berdirinya bangunan tersebut hingga aktivitas apa saja yang dilakukan di Galerie Sonore. Lalu kami di persilahkan masuk untuk melihat koleksi Galerie dan aktivitas yang sedang berlangsung.

Source: Djoko Subagio


Waw! Itulah kata pertama yang terucap oleh ku ketika masuk kedalam galerie. Sangat menakjubkan, aku melihat seluruh alat musik dari Indonesia tersusun rapi disana, bahkan alat musik Indonesia memiliki ruangannya tersendiri, dan tidak hanya satu ruangan. Satu per satu ruangan ku lewati dengan penuh rasa bangga. Tentu saja tidak lupa untuk mengambil beberapa rangkaian foto, untuk nantinya aku beri tahu kepada teman-teman ku di Indonesia, bahwa negara lain saja begitu peduli dengan budaya kita, dan oleh karena itu kita seharusnya lebih peduli dari mereka.

Source: Djoko Subagio

Source: Djoko Subagio

Source: Djoko Subagio


Tiba-tiba Direktur dari Galerie Sonore meminta kami untuk tidak bersuara sejenak karena ada beberapa anak yang sedang berlatih alat musik. Lalu beliau mempersilahkan kami untuk melihat anak-anak tersebut. Benar saja, ternyata mereka sedang berlatih memainkan "Gamelan". Menakjubkan sekali, mereka memainkannya dengan baik. Tidak ada kecanggunggan yang mereka perlihatkan pada saat memainkannya. Aku benar-benar terharu dibuatnya. Dan sekaligus malu, malu akan keterbatasanku mengenal budaya sendiri.


Source: Nug Budi Satriawan

Source: Nug Budi Satriawan

Source: Nug Budi Satriawan

Terima kasih adik-adik yang telah menyadarkanku untuk mencintai budaya negeriku sendiri :)

Setelah puas mengelilingi Galerie Sonore, kami bergegas pergi ke La Gare, untuk melepas kepergian Pak Akhlus dan Bu Wardhani kembali ke Paris pukul 12.40.

Source: Djoko Subagio

Sungguh perjalanan yang indah menemani beliau menelusi kota Angers. Sampai bertemu kembali.

Selasa, 05 Juni 2012

Bersama Staff Kedubes di Hippopotamus

Aku bingung loh, katanya di Angers sudah mulai memasuki musim semi dan sebentar lagi mau summer, tapi entah mengapa hari ini Angers diselimuti angin dingin dan gerimis yang tak ujung hentinya, padahal dua hari sebelumnya suhu di Angers bisa mencapai 28 derajat celcius. C'est bizarre!

Hari ini Kelurahan Angers (sebutan untuk PPI-Persatuan Pelajar Indonesia Angers) mendapat kunjungan dari Atase DIKBUD KBRI Paris, Pak Akhlus di temani oleh Ibu Wardhani. Tujuan Pak Akhlus datang ke Angers untuk mengadakan pertemuan dengan pihak Universite d'Angers, dan beliau juga ingin bertemu sekaligus berkenalan langsung dengan seluruh "warga kelurahan Angers".

Mendengar berita ini, seluruh warga Angers berdiskusi tentang tempat dan waktu yang pas untuk bertemu dengan Pak Akhlus. Setelah lama berdiskusi, akhirnya diputuskan untuk menggelar makan malam bersama di Hippopotamus Restaurant, pukul 19.00. Dan kabar baiknya, semua makanan akan di cover oleh pihak kedubes, asiiiiiiiik, aku yakin tidak ada yang rela menolak undangan makan malam ini.

Sebelum memenuhi undangan makan malam, aku harus pergi kekampus untuk menandatangani surat "Conventions de Stage" (semacam surat kontrak/perjanjian magang). Setibanya di kampus, ternyata kantor bagian magangnya sedang tutup, dan ketika aku bertanya kepada salah satu staff, dia bilang kantor tersebut baru dibuka hari kamis. Sebelum aku pulang ke Belle Beille, aku mampir dulu ke bibliotheque (perpustakaan) kampus Angers untuk menggunakan internetnya. Walaupun  di kamarku sudah tersedia internet, tapi jaringannya lebih cepat di bibliotheque. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.30, untung tidak kebablasan menggunakan internet di bibliotheque, aku pun bergegas pulang untuk 'mempercantik diri' saat makan malam nanti. 

Setelah selesai mempercantik diri, aku bersama para pengawal setia ku berangkat menuju Hippopotamus Restaurant. Sesampainya disana, kami tidak melihat satu pun warga kelurahan Angers. Sambil menunggu yang lain datang, aku pergi ke H&M untuk memeriksa apakah sudah ada pakaian yang soldes (discount) untuk bulan ini, hehehe. Satu per satu warga kelurahan sudah mulai berdatangan, ada Pak Djoko, Pak Budi, Pak Inof, Pak Sabrie,  Pak Arpandi, Bang Bayu, Mbak Itha, Mbak Yusni, Mbak Irma, Mbak Alce, Mbak Echi, Esther.

Source: Djoko Subagio

Dan kemudian datanglah Pak Akhlus bersama Bu Wardhani. Sebelum memulai acara makan malam, kami memperkenalkan diri terlebih dahulu kepada Pak Akhlus. Setelah selesai, saatnya menyantap hidangan pembuka :D Oh ya, ternyata seluruh warga kelurahan belum hadir semua, masih ada Pak Asep dan Bu Ulmi. Mereka agak telat karena masih harus menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa Doktoral, Pak Asep harus pergi ke Saumur dan Bu Ulmi sedang melakukan stage (magang).

Source: Djoko Subagio

Source: Djoko Subagio


Makan malam tersebut dipenuhi dengan canda gurau dan perbincangan hangat mengenai pendidikan di Prancis. Tak terasa jam telah menunjukkan pukul 22.30, kami pun meninggalkan Hippopotamus dan menuju Cathedral d'Angers untuk mengabadikan beberapa gambar. Setelahnya, kami jalan santai menuju hotel dimana Pak Akhlus dan Bu Wardhani beristirahat. Jangan sedih, berjumpaan kami tidak sampai disini saja, karena besok pagi kami akan bertemu lagi untuk mengunjungi Galerie Sonore di Rue du Pin.

Source: Djoko Subagio

Sampai bertemu lagi di cerita-cerita ku selanjutnya. Ciao!