Masih bersama warga kelurahan Angers dan Staff Kedubes, hari ini kami akan mengunjungi salah satu galeri alat musik di Angers, namanya Galerie Sonore. Galeri ini menyimpan berbagai macam alat musik dari seluruh penjuru dunia, dan beruntunglah kami, ternyata mereka juga menyimpan alat-alat musik tradisional Indonesia. Well, aku tidak bisa menyebutkan satu per satu, karena semuanya ada disini, lengkap sekali, bahkan alat musik yang belum pernah aku jumpai di Indonesia, baru disini aku menemukannya.
Perjalanan kami dimulai dari jam 10.00 di La Gare. Dari La Gare untuk mencapai Galerie Sonore tidaklah jauh, hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, kami melewati pasar tradisionalnya Perancis. Pasar ini hanya buka pada hari rabu saja. Sama hal nya seperti di Indonesia, pasar tradisional memiliki harga yang lebih terjangkau daripada pasar swalayan.
Sesampainya di Galerie Sonore, kami disambut oleh Direktur sekaligus staff galerie. Pertama-tama mereka memberikan keterangan tentang sejarah berdirinya bangunan tersebut hingga aktivitas apa saja yang dilakukan di Galerie Sonore. Lalu kami di persilahkan masuk untuk melihat koleksi Galerie dan aktivitas yang sedang berlangsung.
 |
| Source: Djoko Subagio |
Waw! Itulah kata pertama yang terucap oleh ku ketika masuk kedalam galerie. Sangat menakjubkan, aku melihat seluruh alat musik dari Indonesia tersusun rapi disana, bahkan alat musik Indonesia memiliki ruangannya tersendiri, dan tidak hanya satu ruangan. Satu per satu ruangan ku lewati dengan penuh rasa bangga. Tentu saja tidak lupa untuk mengambil beberapa rangkaian foto, untuk nantinya aku beri tahu kepada teman-teman ku di Indonesia, bahwa negara lain saja begitu peduli dengan budaya kita, dan oleh karena itu kita seharusnya lebih peduli dari mereka.
 |
| Source: Djoko Subagio |
 |
| Source: Djoko Subagio |
 |
| Source: Djoko Subagio |
Tiba-tiba Direktur dari Galerie Sonore meminta kami untuk tidak bersuara sejenak karena ada beberapa anak yang sedang berlatih alat musik. Lalu beliau mempersilahkan kami untuk melihat anak-anak tersebut. Benar saja, ternyata mereka sedang berlatih memainkan "Gamelan". Menakjubkan sekali, mereka memainkannya dengan baik. Tidak ada kecanggunggan yang mereka perlihatkan pada saat memainkannya. Aku benar-benar terharu dibuatnya. Dan sekaligus malu, malu akan keterbatasanku mengenal budaya sendiri.
 |
| Source: Nug Budi Satriawan |
 |
| Source: Nug Budi Satriawan |
 |
| Source: Nug Budi Satriawan |
Terima kasih adik-adik yang telah menyadarkanku untuk mencintai budaya negeriku sendiri :)
Setelah puas mengelilingi Galerie Sonore, kami bergegas pergi ke La Gare, untuk melepas kepergian Pak Akhlus dan Bu Wardhani kembali ke Paris pukul 12.40.
 |
| Source: Djoko Subagio |
Sungguh perjalanan yang indah menemani beliau menelusi kota Angers. Sampai bertemu kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar