Apaan sih tuh Les Deux Alpes? pasti pertama kali yang baca blog ini bertanya-tanya maksud dari kata-kata tersebut. Mari kita artikan bersama-sama. Alpes artinya Gunung Alpen dan Deux itu Dua, jadi jika digabung artinya Dua Gunung Alpen :D Terus sekarang pertanyaannya, dalam rangka apa aku pergi kesana? Yup, aku mendapatkan tempat magang di Hotel Mercure Les Deux Alpes, aku magang bersama Ifan di hotel yang sama. Hari ini merupakan hari yang menyedihkan bagiku, karena aku harus meninggalkan Kota Angers.
Sehari sebelum keberangkatan, aku tinggal di salah satu logement warga PPI Angers, Mbak Itha. Aku sangat berterima kasih kepada dia karena telah memperbolehkanku tinggal di logementnya. Aku memilih untuk tinggal ditempatnya karena tempat tinggalnya berada lumayan dekat dengan La Gare Saint Laud (Stasiunnya Angers) dan juga karena jadwal keberangkatan keretaku pada pagi hari.
Datanglah hari yang ditunggu...
Sebelum berangkat, paginya aku diminta oleh Pak Asep untuk makan bersama dengan beliau dan Ifan di logementnya yang masih berada dalam satu kawasan dengan Mbak Itha (Einstein). Kami memasak semua bahan makanan punya Pak Asep, sekaligus menghabiskan stock makanannya, karena beliau hari ini juga akan meninggalkan Angers untuk kembali ke tanah air, senang sekali pastinya Pak Asep karena bertemu kembali dengan keluarga tercinta. Makasih Pak :D Sesudahnya, aku kembali ke logementnya Mbak Itha, dan kami pun melakukan kegiatan masak memasak kembali. Kali ini kami memasak Fusilli Carbonara, hmm enak sekali.
Setelah semua rapi, aku dan Ifan bergegas pergi ke La Gare ditemani oleh Mbak Itha yang sekaligus ingin pergi kuliah menemui dosen pembimbing untuk thesisnya, semangat ya Mbak :) Aduuuuh, ketika berjalan menuju halte pemberhentian tram, tiba-tiba tram pun sudah tiba dan meninggalkan kami, terpaksa kami harus menunggu tram selanjutnya. Kami sudah cukup khawatir, karena sebentar lagi TGV yang menuju Grenoble (stasiun terdekat dari Les Deux Alpes) akan segera berangkat. Saat menunggu tram datang, Pak Djoko (Ketua PPI Angers) mengirim bbm (blackberry messenger) kepadaku untuk menanyakan keberadaan kami dimana, karena beliau sudah berada di stasiun Saint Laud untuk melepas kepergian kami dan beliau sudah melihat TGV kami tiba di Saint Laud. Waduh, tambah khawatir saja kami. Beberapa menit kemudian, tibalah tram kami. Saat didalam tram, kerjaanku hanya melihat jam dan berdoa agar kami tidak terlambat. Tiba-tiba hal yang kami takutkan datang, tramnya berhenti cukup lama untuk pergantian supirnya. Alamaaaaak, sudah fix sekali ini kalau kami akan telat mengejar TGV dan Pak Djoko pun kembali memberi informasi jika TGV kami sudah berangkat, oh la la.
![]() |
| keretaku malang Source: Djoko Subagio |
Akhirnya tibalah kami di stasiun Saint Laud. Pak Djoko sudah menunggu kami didepan stasiun. Beliau hanya tersenyum dan berkata "kok bisa sih?" hehehe. Kami pun langsung pergi ke informasi untuk menukar tiket kami ke jadwal keberangkatan selanjutnya . Alhamdulillah tiketnya masih bisa ditukar, kami kira tiketnya akan hangus. dan Pak Djoko pun kembali berujar "karena kesalahan, kita menjadi tahu kebenaran" kurang lebih seperti itu lah kata-katanya, aku lupa aslinya seperti apa, desolee Pak E :p Sesudahnya, Pak Djoko harus kembali ke Labo, tempat beliau magang. Terima kasih banyak ya Pak E :D
| Pak Djoko Subagio |
Kami pun mengkonfirmasi ke Gerald Chabert (General Manager Hotel Mercure) bahwa kami akan tiba ke stasiun Grenoble pada jam 19.30. Sayangnya beliau berkata bahwa bus terakhir dari Grenoble menuju Hotel Mercure pada jam 18.00, kami pun diberikan alternatif oleh beliau, untuk bermalam disalah satu hotel terdekat di Stasiun Grenoble atau kami menunda keberangkatan sampai besok dan mengambil kereta yang paling pagi. Akhirnya kami memilih untuk pergi hari ini juga. Tapi yang menjadi masalah saat ini adalah, hotel mana yang akan kami singgahi, yang kami takutkan semua kamar hotel sudah penuh, walaupun ada pastinya harganya sangat mahal. Memang sih akomodasi akan ditanggung oleh pihak hotel, tapi alangkah baiknya untuk meminimalisasikan pengeluaran. Dan kembali, aku merepotkan ketua PPI, Pak e alias Bang Djoko, a.k.a. Pak Djoko. Kami meminta tolong kepada beliau apakah punya kenalan dengan PPI Grenoble yang nantinya bisa kami singgahi (repoti). Beliau bilang dia punya kenalan orang Grenoble, tapi sekarang orang tersebut sedang magang di Sydney, huh tidak ada pilihan lain, akhirnya kami mencari hotel saja. Tidak sampai itu, Pak Djoko kembali ke La gare untuk membantu kami mencari hotel dengan membawa i-pad kesayangannya, karena di La gare tersebut tidak tersedia wi-fi. Setelah lama mencari, akhirnya kami menemukan beberapa hotel yang masih tersedia kamarnya.
Sip, akhirnya kereta kami pun tiba, sangat berat sekali meninggalkan Angers beserta seluruh isinya (warga PPI Angers)
Selamat tinggal warga PPI Angers, aku harap kita masih bisa bertemu ya, baik di France ataupun di Indonesia nanti. Amiiiiin.
Setelah berada di TGV, aku bersama Ifan mendapat duduk di lantai dua. Keren sekali ya kereta, semoga saja Indonesia kelak mempunyai kereta yang serupa atau mungkin lebih. Perjalanan dari Angers menuju Grenoble memakan waktu 5 jam. cukup melelahkan juga kami harus duduk selama itu. Akan tetapi kami dihibur dengan pemandangan yang menyegarkan mata, pemandangan alam yang indah.
Ketika sedang asik mendengarkan lagu, tiba-tiba Pak Djoko mengirimkan bbm kembali yang memberitahukan kontak PPI Grenoble, oh la la kami senang sekali dibuatnya. Pak Djoko berkata silahkan hubungi kontak tadi, minta tolong dicarikan Hotel atau Hostel yang murah atau lebih bagus lagi kalau bisa tinggal dengan mereka semalam. Oke, sekali lagi kami berterima kasih kepada Pak Djoko atas bantuannya, maaf merepotkan Pak E.
Kami pun akhirnya mencoba untuk menghungi Pak Johannes, salah satu warga PPI Grenoble, tapi belum ada jawaban. Mungkin beliau sedang sibuk sehingga belum bisa mengangkat telepon kami. Berkali-kali kami mencoba menelepon, tetap tidak ada jawaban. Tiba-tiba Pak Johannes menelepon kembali, dan akhirnya kami pun menyampaikan niat kami dan Pak Johannes pun memberikan respon yang baik kepada kami. Kami dipersilahkan untuk tinggal di tempat tinggalnya semalam, terima kasih pak. Alhamdulillah hari ini kami mendapat banyak sekali bantuan.
Sesampainya di Grenoble, kami diberikan arahan oleh Pak Johannes untuk sampai ke kediamannya. Ketika tiba di halte bis terdekat studio Pak Johannes, kami di jemput oleh beliau. Tunggu sebentar, kami awalnya mengira Pak Johannes itu sudah cukup berumur, ternyata tidak, dia masih muda loh, dan dia pun berkata untuk memanggilnya nama saja, tak usah pakai bapak, baiklah Johannes. Johannes merupakan mahasiswa Program Double Degree, dia mengambil Doktor disini, dan kampus asalnya adalah Universitas Indonesia.
Alhamdulillah sekali ya, hari ini aku menemukan banyak sekali orang-orang yang baik dan mau untuk aku repotkan. Mohon maaf sebesar-besarnya jika aku membuat kesalahan dan selalu merepotkan. Semoga Allah membalas kebaikan kalian. Sukses selalu :D

Saya berkata : Kalau kita nggak pernah salah maka kita nggak banyak tahu sesuatu dan nggak tahu akan hakiki kebenaran. Bon Courage !
BalasHapusnaaah, itu dia versi yang sesungguhnya, lupa aku :D
BalasHapusmerci pak e, vous aussi :)